Razia Insidentil Bersama TNI/Polri di Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan dalam Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62

Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan melaksanakan razia insidentil yang melibatkan kerjasama dengan aparat TNI dan Polri pada malam hari Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.
Detail Pelaksanaan Razia Insidentil
Razia yang dimulai pada pukul 19.45 WIB dan berlangsung hingga 20.30 WIB ini dilaksanakan di Blok E, tepatnya di kamar hunian nomor 3, 4, 5, dan 6. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan mengenai penggeledahan insidentil terhadap kamar dan tubuh warga binaan. Selain itu, razia ini juga menjadi bagian dari program deteksi dini dan mitigasi risiko untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Pimpinan dan Kerjasama Aparat
Razia ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kalapas/Ka. KPLP, Trisno Witanta Tarigan, yang didampingi oleh jajaran pejabat struktural dan seluruh petugas pengamanan di Lapas. Kegiatan ini juga melibatkan personel dari Polres Tanjungbalai dan Koramil 17/Datuk Bandar, sebagai bentuk sinergi antar aparat penegak hukum.
Temuan Selama Razia
Setelah apel persiapan dan pengarahan, tim gabungan mulai melakukan penyisiran secara menyeluruh dan terstruktur terhadap kamar-kamar hunian warga binaan. Hasil dari razia ini menunjukkan bahwa petugas berhasil menemukan sejumlah barang yang terlarang serta barang yang berpotensi disalahgunakan, seperti:
- Botol kaca
- Sendok besi
- Senjata tajam rakitan
- Kartu remi
- Headset dan baterai
Selain itu, ditemukan juga tali pinggang, cok sambung rakitan, dan potongan besi. Semua barang yang disita segera diamankan, didokumentasikan, dan diinventarisasi untuk proses lebih lanjut di ruang Kamtib.
Pernyataan Pihak Lapas
Dalam keterangannya, Trisno Witanta Tarigan menegaskan bahwa razia ini merupakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam lingkungan Lapas. Ia menyatakan, “Kerjasama dengan TNI dan Polri adalah wujud nyata komitmen kami untuk menjaga situasi di Lapas agar tetap kondusif. Razia ini tidak hanya sebagai langkah penindakan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan agar tidak ada celah bagi terjadinya pelanggaran.”
Rencana Kedepan untuk Keamanan Lapas
Ke depan, Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan berencana untuk terus meningkatkan frekuensi razia, baik yang bersifat berkala maupun insidentil tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pengawasan internal dan patroli juga akan diperkuat, di samping pembinaan kepada warga binaan untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap tata tertib yang berlaku di Lapas.
Keamanan dan Ketertiban dalam Lapas
Kegiatan razia ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan, upaya ini dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari gangguan keamanan dan pelanggaran. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan bertekad untuk menciptakan ruang yang aman bagi semua warga binaan.
Dalam menghadapi tantangan keamanan di lembaga pemasyarakatan, kerjasama antara berbagai institusi sangatlah penting. Dengan adanya kegiatan razia insidentil seperti ini, diharapkan masalah-masalah yang mengganggu keamanan dapat diatasi secara efektif dan efisien.
Komitmen untuk menjaga integritas lembaga pemasyarakatan harus menjadi prioritas utama. Setiap langkah yang diambil, termasuk pelaksanaan razia insidentil, adalah bagian dari upaya untuk memastikan bahwa Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan dapat berfungsi dengan baik dan aman bagi semua. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana yang saling menghormati dan mematuhi aturan yang berlaku, serta mengurangi potensi terjadinya pelanggaran di dalam Lapas.
Secara keseluruhan, razia insidentil yang dilaksanakan bersama TNI dan Polri di Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan merupakan langkah konstruktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih baik bagi warga binaan dan petugas, serta mendukung proses rehabilitasi yang sedang berlangsung.
