slot depo 10k slot depo 10k

Metode slot online cerdas untuk ritme lebih stabil

Cara slot online terbaru dengan stabilitas lebih konsisten

Cleopatra Fortune hadiahkan bagi-bagi bonus thunder reward dengan kemenangan instan

Cleopatra Fortune hadiahkan bagi-bagi bonus thunder reward dengan fitur spesial

Alasan slot online dengan tema petualangan selalu masuk pencarian populer

Panduan memilih slot online dengan rtp tinggi dan fitur modern

Cara mendapatkan free spin gratis di slot online

Slot online terbaru dengan jackpot progresif yang sedang tren

Habanero betot bagi-bagi bonus aurora kuning dragon crystal dengan fitur memukau

Habanero bunyikan bagi-bagi bonus fortune lipat dragon crystal dengan fitur dinamis

Mengenal gates of olympus slot dewa zeus yang fenomenal

Cara memicu free spins di slot gates of olympus

Slot online modern hadirkan bagi-bagi bonus spin infinity dengan sensasi baru

Slot online modern sajikan bagi-bagi bonus spin festival dengan nuansa baru

Habanero sajikan bagi-bagi bonus aurora dragon crystal kutub dengan fitur cepat

Habanero berikan bagi-bagi bonus fortune dragon crystal bening dengan sensasi progresif

Memahami algoritma rng dalam permainan slot online

Cara mengatur ekspektasi saat bermain slot online

Tips menikmati permainan sebagai hiburan slot online

Pola permainan dalam perspektif teknologi slot online

Tips jitu slot online modern untuk performa bermain lebih stabil dan konsisten

Rahasia slot online modern untuk performa bermain optimal melalui data game

Memahami dinamika permainan modern slot online

Cara memanfaatkan data rtp secara bijak slot online

Trik slot online efisien agar performa lebih baik

Trik slot online logis agar kontrol lebih baik

Identifikasi pola algoritma dan strategi pemilihan slot online berdasarkan rekomendasi ai ilmiah

Implementasi pola strategi memilih slot online berdasarkan rekomendasi ai dan analisis algoritma

Rahasia slot online terbaru berbasis alur lebih terarah

Strategi slot online terarah berbasis pengelolaan lebih konsisten

Teknik slot online cerdas berbasis pengelolaan lebih baik

Teknik slot online praktis untuk konsistensi lebih stabil

Gates of Olympus siapkan bagi-bagi bonus fortune ox wealth dengan multiplier premium

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus simbol panda gold dengan kemenangan instan

Super scatter tawarkan bagi-bagi bonus mystic aurora scatter cahaya utara dengan sensasi elegan

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus zeus crystal rainbow kilat dengan sensasi memukau

Pragmatic Play sajikan bagi-bagi bonus golden rush dengan sensasi dinamis

PGSoft hadirkan bagi-bagi bonus jade lantern dengan putaran menarik

Super scatter barik bagi-bagi bonus fortune uang crystal mystic dengan rasa memukau

Starlight Princess tolak bagi-bagi bonus dragon terbang aurora thunder dengan kecepatan premium

Jalur emas mahjong ways 2 penuh kemenangan slot online

Scatter hitam terbaru bikin penasaran slot online

Perbandingan slot online dengan strategi efektif dan hasil optimal

Scatter hitam dan wild emas mahjong ways 2 slot online

Starlight Princess tawarkan bonus bintang eksklusif dengan sistem lebih modern

Slot online terpercaya dengan program bonus lebih konsisten

Strategi slot online dengan metode praktis dan performa terukur

Mahjong ways 2 penuh kejutan dan free spin slot online

Scatter hitam mahjong ways 2 bikin semangat main slot online

Taktik slot online dengan pendekatan terarah dan performa stabil

PGSoft tawarkan bonus eksklusif dengan sistem reward lebih fleksibel

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

ejurnal.ppb.ac.id

DaerahDeli serdangSTM HilirTalun KENASTernak babi

Kades Ponijo Diduga Terlibat Kisruh Usaha Ternak Babi di Juma Tombak, Tercoreng oleh Kebijakan Kabupaten dan Kecamatan

Masalah berkepanjangan mengenai kisruh usaha ternak babi di Desa Juma Tombak, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, semakin meresahkan masyarakat. Sejak awal, penanganan isu ini tampak tidak efektif, sehingga warga mengibaratkannya seperti “teh celup”—dangkat ke tingkat kabupaten, lalu kembali lagi ke kecamatan tanpa adanya solusi yang konkret. Keresahan ini terus membara, dan warga mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan yang sudah berlangsung lama ini.

Rapat yang Tak Berujung

Pada Senin (6/4/2026), warga menghadiri rapat di Kantor Camat STM Hilir, yang kembali diadakan untuk mencari jalan keluar terkait keberatan mereka terhadap keberadaan kandang babi yang diduga menyebabkan pencemaran dan bau yang sangat tidak sedap. Meskipun upaya ini dilakukan, rapat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan bagi semua pihak.

Warga menganggap bahwa solusi yang ditawarkan—hanya meminta pengusaha ternak untuk menjaga kebersihan dan menyediakan septic tank—tidak menyentuh inti permasalahan. “Bukan itu solusinya. Selama kandang masih ada, bau tetap ada, pencemaran tetap kami rasakan,” ungkap salah satu perwakilan warga. Pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap penanganan yang ada.

Kepala Desa yang Tidak Berpihak

Dalam konteks ini, Kepala Desa Juma Tombak, Ponijo, menjadi sorotan. Banyak warga yang menilai bahwa Ponijo tidak menunjukkan sikap tegas dan profesional dalam mengatasi masalah yang ada. Meskipun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sebelumnya telah merekomendasikan agar Kepala Desa menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) untuk menata usaha ternak babi, hingga saat ini, Perdes tersebut belum juga diterbitkan.

  • Ketidakpastian dalam penerbitan Perdes menyebabkan ketidakpuasan di kalangan warga.
  • Warga merasa terabaikan dan bingung dengan sikap pemerintah desa.
  • Kepala Desa dinilai tidak mendengarkan keluhan masyarakat.
  • Pemerintah daerah memberikan rekomendasi, namun tidak diindahkan.
  • Rapat-rapat yang diadakan tidak menghasilkan keputusan yang jelas.

Rapat yang berlangsung di kantor camat tampak alot dan tidak ada titik temu. Camat STM Hilir, Sandi Sihombing, diwakili oleh Kasi Trantib Sriwulan, mengonfirmasi bahwa meskipun rapat diadakan, hasilnya tetap tidak memuaskan. “Kami hanya diminta menjaga kebersihan, tetapi itu bukan solusi yang tepat,” tambah warga lainnya.

Respons Masyarakat Terhadap Kebijakan

Keluhan yang disampaikan oleh warga tidaklah tanpa alasan. Aktivitas peternakan babi yang dianggap tidak teratur telah menimbulkan dampak negatif, seperti bau yang menyengat, dugaan pencemaran pada sumber air, dan ancaman bagi kesehatan masyarakat sekitar. Ironisnya, di tengah meningkatnya keresahan warga, tindakan dari pemerintah desa tampak lamban, bahkan terkesan acuh tak acuh.

Lebih mengejutkan lagi, Ponijo pernah menyatakan dalam sebuah kesempatan bahwa ia bisa dipenjara jika menerbitkan Perdes. Pernyataan ini langsung memicu kemarahan dan kebingungan di kalangan warga. “Perdes adalah kewenangan kami untuk mengatur wilayah, bukan pelanggaran hukum,” tegas warga, menandaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpahaman atau bahkan upaya untuk menghindari tanggung jawab.

Tanggapan Warga dan Harapan untuk Perubahan

Warga pun mengungkapkan rasa frustrasi mereka. “Jika kepala desa takut membuat Perdes, lalu siapa yang akan menyelesaikan masalah di desa ini?” mempertanyakan mereka. Warga tidak hanya ingin mendengar janji, tetapi juga tindakan nyata dari pemerintah. Penerbitan Perdes memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas yang harus diikuti, dan mereka mendesak agar hal ini segera dilaksanakan.

  • Penerbitan Perdes penting untuk penataan usaha ternak yang lebih baik.
  • Warga membutuhkan kepastian hukum untuk melindungi lingkungan mereka.
  • Kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat harus diutamakan.
  • Pemerintah dinilai harus lebih responsif terhadap keluhan warga.
  • Partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan Perdes sangat diharapkan.

Melihat kondisi ini, warga mulai mendesak Bupati Deli Serdang untuk turun tangan. Mereka percaya bahwa tanpa intervensi dari tingkat yang lebih tinggi, masalah ini tidak akan terselesaikan. Diskusi dan pertemuan yang diadakan di tingkat desa dan kecamatan dianggap tidak cukup untuk mengatasi masalah yang semakin rumit ini.

Peran Satpol PP dan Lingkungan Hidup

Selain pemerintah desa, Satpol PP Kabupaten Deli Serdang juga menjadi sorotan. Lembaga yang seharusnya menjalankan penegakan Perda dinilai tidak menunjukkan ketegasan yang seharusnya. “Seharusnya mereka menjadi singa penegak perda, tetapi sekarang hanya terlihat seperti kucing rumahan,” keluh warga, menekankan perlunya tindakan tegas dari lembaga tersebut.

Ketua Satgas Walantara Sumatera Utara, Sastra Sembiring, juga memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa masalah ini lebih dari sekadar konflik biasa antara warga. “Ini adalah isu yang menyangkut lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah perlu bertindak, bukan hanya mengadakan rapat tanpa hasil,” kata Sastra, menekankan pentingnya tindakan konkret.

Mediasi yang Hasilnya Nihil

Di sisi lain, mediasi yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang pada 24 Februari 2026 juga tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Rapat yang panjang hanya menghasilkan diskusi tanpa tindakan nyata. Warga mulai meragukan kesungguhan pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.

Sekarang, masyarakat hanya bisa bertanya-tanya: apakah pemerintah benar-benar berniat menyelesaikan masalah ini, ataukah hanya membiarkannya berlarut-larut sampai warga kehabisan tenaga dan menyerah? Bagi warga Juma Tombak, isu ini lebih dari sekadar ternak babi. Ini adalah tentang hak mereka untuk hidup di lingkungan yang sehat, nyaman, dan mendapatkan perhatian serta tindakan tegas dari pemerintah.

Kepercayaan Publik yang Terancam

Jika keadaan ini terus dibiarkan, jangan heran jika kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin menurun. Warga Juma Tombak menuntut lebih dari sekadar rapat dan janji—mereka membutuhkan tindakan nyata yang dapat mengatasi permasalahan yang ada. Keberanian pemerintah untuk mengambil langkah dan keputusan yang berani akan sangat menentukan bagaimana masyarakat melihat dan merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka.

Dalam situasi yang sedang berlangsung ini, penting bagi semua pihak untuk bersatu dan mencari solusi yang berkelanjutan. Mengabaikan masalah ini hanya akan memperburuk ketidakpuasan di kalangan masyarakat, dan pada akhirnya, dapat berujung pada krisis kepercayaan yang lebih dalam antara warga dan pemerintah. Tindakan tegas, transparan, dan responsif sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan yang diharapkan oleh masyarakat.

Related Articles

Back to top button