Mahasiswa dan Warga Siap Demo Tuntut Penanganan Bau Limbah Menyengat Kecap Angsa

MEDAN – Ketegangan terkait dugaan pencemaran lingkungan di Kota Medan semakin meningkat. Mahasiswa bersama warga setempat berencana untuk menggelar demonstrasi guna mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap bau limbah menyengat yang diduga berasal dari aktivitas operasional PT. KKA di Jalan Bono, Kecamatan Medan Timur, pada hari Senin (13/04/2026).
Gelombang Protes yang Meningkat
Aksi demonstrasi ini diorganisir oleh Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara sebagai upaya untuk memberikan tekanan kepada Pemerintah Daerah dan lembaga pengawas yang dianggap belum mampu memberikan solusi yang jelas atas keluhan yang telah ada selama bertahun-tahun.
Keluhan dari Warga
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa aroma tidak sedap ini muncul hampir setiap hari, terutama pada malam hari dan setelah hujan. Banyak dari mereka melaporkan bahwa bau menyengat tersebut menyebabkan rasa mual, pusing, dan bahkan gangguan pernapasan, yang sangat mengganggu, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Masalah Lingkungan yang Berlarut
Keluhan ini bukanlah isu baru; melainkan masalah yang telah berlarut-larut tanpa ada penyelesaian yang konkret. Isu ini juga menarik perhatian publik terhadap kinerja DPRD Kota Medan, khususnya Komisi IV yang bertanggung jawab atas pengawasan lingkungan hidup.
Inspeksi yang Tidak Efektif
Meskipun sebelumnya Komisi IV DPRD Kota Medan bersama Dinas Lingkungan Hidup pernah melakukan inspeksi lapangan, mahasiswa berpendapat bahwa langkah tersebut belum memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penegasan dari Koordinator Aksi
Koordinator aksi, Mhd Zuhri, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan ungkapan kekecewaan publik terhadap lambannya penanganan masalah lingkungan yang serius ini.
“Kami turun bukan untuk mencari konflik, tetapi untuk menuntut hak masyarakat atas lingkungan yang sehat. Komisi IV DPRD Kota Medan harus menunjukkan kepeduliannya kepada rakyat, bukan sekadar melakukan sidak yang bersifat formalitas,” tegas Zuhri.
Kepatuhan Perusahaan Terhadap Regulasi
Menurut hasil pengawasan, pihak perusahaan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan terbaru terkait persetujuan teknis pengelolaan limbah sesuai regulasi perlindungan lingkungan hidup. Mahasiswa menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan yang dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Aksi Damai Sebagai Kontrol Sosial
Zuhri menambahkan bahwa aksi ini akan berlangsung secara damai sebagai bentuk kontrol sosial. Tuntutan utama dari para demonstran mencakup:
- Mendesak penerbitan rekomendasi sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.
- Melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka yang melibatkan perusahaan, pemerintah, dan warga terdampak.
- Berhenti dari pola pengawasan yang hanya bersifat seremonial.
Relevansi Masalah Lingkungan
Isu penanganan bau limbah tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab perusahaan dan pemerintah dalam menjaga lingkungan. Pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan penegakan hukum atas pelanggaran lingkungan menjadi sangat krusial.
Pentingnya Aksi Kolektif
Demonstrasi ini bukan hanya sekadar aksi unjuk rasa, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas antara mahasiswa dan masyarakat. Keduanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, serta menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang.
Peran Pemerintah dan Lembaga Pengawas
Pemerintah daerah dan lembaga pengawas perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Mereka harus berkomitmen untuk melakukan tindakan yang dapat memastikan bahwa perusahaan mematuhi regulasi dan tidak merugikan masyarakat.
Menuntut Transparansi dan Akuntabilitas
Transparansi dalam pengelolaan limbah dan akuntabilitas perusahaan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana limbah dikelola dan apa langkah yang diambil untuk mengatasi masalah bau limbah yang menyengat ini.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya aksi ini, diharapkan pihak berwenang dapat mendengarkan suara masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani masalah ini secara serius. Kesehatan dan kualitas hidup masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Dalam konteks yang lebih luas, aksi demonstrasi ini juga menjadi simbol pergerakan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah panggilan bagi semua pihak untuk lebih responsif terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan.
Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan, diharapkan akan tercipta ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.



