Pantau Pasar Jelang Idulfitri, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pangan Aman dan Harga Stabil

Menjelang perayaan Idulfitri, perhatian terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjadi fokus utama. Dalam rangka memastikan kondisi tersebut, Rico Waas, Wali Kota Medan, melakukan peninjauan langsung ke beberapa pasar tradisional dan supermarket di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok bahan pangan aman dan harga tetap terjangkau.
Peninjauan Pasar Tradisional dan Supermarket
Rico Waas, dalam peninjauan ini, didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, serta Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, dan para pemimpin perangkat daerah lainnya. Pasar pertama yang dikunjungi adalah Pasar Tradisional Petisah. Di sana, Wali Kota Medan berinteraksi langsung dengan para pedagang yang menjajakan berbagai kebutuhan pokok seperti sayuran, daging ayam, daging sapi, beras, dan telur.
Selama kunjungan, Rico berdialog dengan pedagang untuk memperoleh informasi terkini mengenai harga dan ketersediaan bahan pangan. Hasil dari interaksi tersebut menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar masih dalam keadaan stabil, memberikan sinyal positif menjelang Idulfitri.
Kunjungan ke Pasar Lainnya
Tak hanya berhenti di Pasar Petisah, Rico juga melakukan peninjauan di Pasar Sei Sikambing dan Supermarket Berastagi yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Hasil dari kunjungan ini memperkuat keyakinannya bahwa harga dan ketersediaan bahan pangan terkendali dengan baik. Rico mengungkapkan bahwa harga daging sapi bahkan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
- Harga daging sapi saat ini stabil di Rp135.000, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp150.000 – Rp155.000.
- Daging ayam juga mengalami penurunan harga.
- Cabai merah menjadi satu-satunya bahan yang menunjukkan lonjakan harga, meskipun tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
- PD Pasar telah diminta untuk menyelidiki penyebab kenaikan harga cabai merah.
Jaminan Ketersediaan Stok Bahan Pangan
Rico Waas juga memberikan imbauan kepada masyarakat Medan agar tidak terjebak dalam panic buying. Ia menegaskan bahwa berdasarkan laporan dari lapangan, pasokan bahan pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Idulfitri. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup baik. Saya sudah instruksikan jajaran PD Pasar untuk terus memantau hilir mudik pasokan agar tidak ada kekosongan barang secara tiba-tiba di pasar,” tambahnya.
Program Stimulus untuk Masyarakat
Dalam peninjauan kali ini, Pemko Medan berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk meluncurkan program stimulus yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. Program ini juga menyosialisasikan penggunaan pembayaran digital melalui QRIS. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan penawaran menarik, seperti membeli 1 kg daging sapi dan 1 kg daging ayam dengan tambahan pembayaran menggunakan QRIS sebesar Rp1 untuk mendapatkan bonus.
- Bonus untuk pembelian daging sapi berupa karkas seberat satu kilogram.
- Pembelian daging ayam akan mendapatkan bonus 10 butir telur.
- Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
- Partisipasi masyarakat dalam program ini cukup tinggi.
Strategi Mengatasi Kenaikan Harga
Menyikapi lonjakan harga cabai merah di pasar, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menjelaskan bahwa salah satu strategi yang akan diterapkan adalah memperkuat komunikasi antara pedagang dan distributor. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan memastikan harga di tingkat pedagang tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Pak Wali Kota ingin agar pedagang tidak langsung memaksimalkan harga ke batas HET. Jika masih bisa dijual di harga menengah, misalnya Rp35.000 atau Rp36.000, itu lebih baik agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat, terutama menjelang Idulfitri.
Dampak Stabilitas Harga Terhadap Masyarakat
Stabilitas harga bahan pangan menjelang Idulfitri memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketika harga tetap terjangkau, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran mereka dengan lebih baik. Selain itu, ketersediaan pasokan yang memadai membantu mengurangi kekhawatiran akan potensi kelangkaan barang yang sering terjadi saat menjelang hari besar.
Pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal yang lebih sehat.
Kesimpulan
Dengan peninjauan yang dilakukan oleh Rico Waas dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat Medan dapat merasa tenang menjelang Idulfitri. Ketersediaan stok bahan pangan yang aman dan harga yang stabil menjadi komitmen bersama untuk menciptakan kondisi pasar yang kondusif. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan ini, dan diharapkan upaya ini dapat terus berlanjut untuk kesejahteraan bersama.

