Buka Orientasi PPPK, Elzadaswarman Soroti Empat Pilar Utama ASN untuk Kesuksesan

Dalam era perubahan yang cepat, aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan optimal. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman, menekankan pentingnya empat pilar utama ASN dalam menjalankan tugas mereka: prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas yang tidak tercela. Pilar-pilar ini menjadi landasan bagi ASN, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), untuk berhasil dalam peran mereka di tengah dinamika birokrasi yang terus berubah.
Orientasi PPPK: Memahami Tugas dan Tanggung Jawab
Pembukaan Orientasi Klasikal PPPK Angkatan III Tahun 2026 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) pada 7 September 2026 menjadi momen penting bagi 372 PPPK yang baru bergabung. Elzadaswarman menjelaskan bahwa orientasi ini bukan hanya sekedar kegiatan administratif, tetapi merupakan kesempatan emas untuk memahami nilai-nilai, etika, serta tanggung jawab yang melekat pada setiap ASN.
Menurutnya, perubahan di dunia saat ini menuntut setiap individu untuk beradaptasi dengan cepat. “Kita tidak bisa terbang tinggi jika tidak mengikuti arus perubahan,” ujar Elzadaswarman. Hal ini menekankan pentingnya dedikasi, integritas, dan loyalitas yang terukur bagi ASN. “Anda adalah pelayan masyarakat yang terikat oleh aturan dan norma yang berlaku,” tambahnya, menegaskan peran penting ASN dalam masyarakat.
Adaptasi dan Inovasi dalam Lingkungan Birokrasi
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, ASN dituntut tidak hanya untuk menjalankan tugas mereka, tetapi juga memahami perubahan yang terjadi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan organisasi. Elzadaswarman menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi adalah kunci kesuksesan dalam menjalankan fungsi ASN di era digital saat ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa unsur “tidak tercela” dalam empat pilar ASN memiliki dua aspek utama, yaitu menjalankan tugas sesuai dengan hukum dan menjaga moralitas sebagai panutan di masyarakat. “Moralitas adalah salah satu aspek terpenting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap ASN,” tegasnya.
Prinsip ASN BerAKHLAK: Landasan Etika Pelayanan
Elzadaswarman mengingatkan para peserta bahwa mereka harus memegang teguh prinsip-prinsip ASN BerAKHLAK: berorientasi pada pelayanan, akuntabel, serta mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. “Sebagai ASN, Anda adalah teladan bagi masyarakat. Jaga integritas dan moralitas dalam setiap tindakan,” pesannya dengan tegas.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, juga menyampaikan bahwa orientasi ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan berbagai peraturan pemerintah lainnya yang mengatur manajemen PPPK. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ASN yang profesional dan berintegritas.
Tujuan Orientasi dan Harapan untuk PPPK
Orientasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang struktur dan kinerja instansi, peran, serta tanggung jawab PPPK dalam mendukung tujuan organisasi. “Kami berharap para PPPK dapat memahami tugas mereka dengan baik dan menjalankannya secara etis dan efektif,” ujar Dafrul.
- Memberikan pemahaman komprehensif tentang struktur organisasi.
- Menjelaskan peran dan tanggung jawab PPPK.
- Mengarahkan ASN untuk menjalankan tugas secara efektif.
- Meningkatkan kesadaran akan etika birokrasi.
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap publik.
Selama orientasi, yang berlangsung selama dua hari, 7-8 September 2026, para peserta, termasuk 124 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mendapatkan materi mengenai penerapan nilai-nilai ASN dan pengenalan jabatan. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka memahami posisi dan tanggung jawab dalam organisasi.
Keterlibatan dan Kolaborasi dalam Pelatihan
Pelaksanaan orientasi ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Payakumbuh melalui BKPSDM dan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) di Bukittinggi. Ronald Efulisa dari BBPKA-PDN I Kemendagri hadir sebagai narasumber yang memberikan pelatihan tentang penerapan nilai-nilai BerAKHLAK dalam menjalankan fungsi dan tugas ASN.
Peserta orientasi berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Satpol PP, Dinas Komunikasi dan Informatika, kecamatan, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan. Keragaman ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan ASN yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Materi yang Diberikan Selama Orientasi
Selama program orientasi, peserta menerima berbagai materi penting yang akan mendukung kinerja mereka sebagai ASN. Beberapa materi yang disampaikan meliputi:
- Penerapan fungsi dan tugas ASN di tempat kerja.
- Pengenalan susunan organisasi dan tata kerja.
- Manajemen kinerja organisasi.
- Prinsip-prinsip antikorupsi.
- Pengenalan jabatan dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui orientasi ini, diharapkan para PPPK dapat memahami fungsi dan tanggung jawab mereka dengan baik serta mampu menjalankan tugas secara profesional. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kesuksesan dalam menjalankan tugas sebagai ASN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh moralitas dan integritas yang tinggi. Oleh karena itu, setiap ASN, termasuk PPPK, harus senantiasa menjaga empat pilar utama dalam setiap tindakan yang diambil, yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.
Penguatan nilai-nilai ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan birokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, ASN akan mampu memenuhi harapan publik dan menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama dalam setiap program dan kebijakan yang dijalankan.
