H. Aswin Menggali Aspirasi Masyarakat di Daerah Terpencil Tapsel

Jarak yang jauh dan akses yang sulit tak menjadi penghalang bagi H. Aswin Parinduri, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, untuk menyambangi masyarakat di daerah terpencil. Dalam upaya mendengar dan menggali aspirasi masyarakat daerah terpencil Tapsel, beliau melaksanakan reses yang bertujuan untuk memahami berbagai kebutuhan dan harapan warga di wilayah tersebut.
Perjalanan Menuju Aek Sabatang Menek
Pada Minggu, 27 September 2026, H. Aswin Parinduri melaksanakan reses tahap I untuk tahun sidang III di tahun 2026-2027 di sebuah perkampungan terpencil di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Perjalanan menuju lokasi ini bukanlah hal yang mudah. Medan yang harus dilalui penuh tantangan dan memicu adrenalin, baik bagi H. Aswin maupun rombongannya.
Perkampungan yang menjadi tujuan adalah Lingkungan V Aek Sabatang Menek, yang terletak di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur. Meskipun hanya dihuni sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 600 jiwa, daerah ini sering kali terabaikan dari perhatian pemerintah.
Untuk sampai ke perkampungan tersebut, H. Aswin Parinduri didampingi oleh Ketua DPD Golkar Tapsel dan juga Ketua DPRD Tapsel, H. Rahmat Nasution. Perjalanan ditempuh melalui jalur yang sangat ekstrim, dari persimpangan Jalan Batangtoru-Singkuang, yang memerlukan waktu sekitar dua jam menggunakan kendaraan roda empat dengan gardan dua, satu-satunya akses menuju kampung tersebut.
Medan yang Menantang
Medan jalan yang dilalui begitu sulit dan memprihatinkan. Rombongan harus melewati berbagai rintangan, mulai dari batu besar, tanah liat, hingga menyeberangi sungai dengan jembatan yang hampir lapuk. Selain itu, mereka juga harus menghadapi kubangan kerbau, lumpur tebal, serta tanjakan terjal dan turunan curam. Namun, semangat H. Aswin Parinduri dan timnya tetap tak tergoyahkan untuk menyerap aspirasi masyarakat di pedalaman Tapsel melalui tatap muka langsung.
Dalam perjalanan pulang, kendaraan yang membawa H. Aswin dan H. Rahmat tidak mampu melewati salah satu tanjakan. Keduanya terpaksa turun dan, berkat bantuan puluhan warga, kendaraan mereka berhasil didorong untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Menggali Aspirasi di Aek Sabatang Menek
Di daerah yang terpencil ini, sekitar 250 Kepala Keluarga menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Kondisi ini menjadi alasan utama dilakukannya reses, agar suara masyarakat tetap terdengar. Saat tiba di Aek Sabatang, kedatangan H. Aswin Parinduri dan rombongan disambut dengan kalungan bunga serta tarian khas Suku Nias, Tari Femeapo, yang merupakan simbol penghormatan terhadap tamu.
Di hadapan ratusan warga, H. Aswin menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya ke Aek Sabatang Menek bukan hanya untuk memberikan sambutan formal, melainkan juga untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Sebagai wakil rakyat, saya memiliki kewajiban untuk hadir dan mendengarkan keluhan masyarakat. Meskipun medannya tidak mudah, ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kami di DPRD,” tegasnya.
Pentingnya Kegiatan Reses
H. Aswin menekankan bahwa kegiatan reses ini merupakan sarana yang sangat penting untuk memastikan pembangunan di Sumatera Utara dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan. “Selaku Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi Sumatera Utara, saya akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi yang merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi,” ujarnya.
Warga menyambut baik pertemuan ini. Mereka menilai kehadiran langsung H. Aswin dan H. Rahmat sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Dalam pertemuan tersebut, warga melalui Kepling V Aek Sabatang Menek, Agus Laia, serta tokoh masyarakat, Skhi Nduru, menyampaikan harapan sederhana: ingin diperhatikan, didengar, dan dilibatkan dalam pembangunan.
Simbol Kehadiran Negara
Kehadiran wakil rakyat di tengah mereka menjadi simbol bahwa negara masih hadir, bahkan di wilayah yang paling terpencil sekalipun. “Reses ini menegaskan bahwa kami masih diperhatikan dan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan,” ungkap mereka. Masyarakat di Aek Sabatang Menek, meski merupakan kampung kecil, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan perjuangan dalam pembangunan.
Walaupun belum semua kebutuhan warga dapat segera dipenuhi, kehadiran H. Aswin Parinduri dan H. Rahmat Nasution di tengah masyarakat adalah langkah awal yang berarti. Dari pertemuan sederhana ini, tumbuh harapan bahwa perubahan perlahan akan datang.
Membangun Harapan Baru
Kegiatan reses ini mengingatkan kita bahwa sejauh apa pun jarak dan sekecil apa pun jumlah penduduk, setiap warga tetap memiliki hak yang sama untuk didengar dan diperjuangkan dalam pembangunan Tapsel, khususnya di Sumatera Utara. Aspirasi maupun kebutuhan prioritas yang disampaikan masyarakat mencakup:
- Perbaikan akses jalan menuju perkampungan.
- Pengadaan sarana penerangan berupa aliran listrik PLN.
- Pembangunan rumah ibadah.
- Pengadaan fasilitas kesehatan, seperti Pustu dan Puskesmas.
- Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Dengan adanya perhatian dan upaya dari wakil rakyat seperti H. Aswin Parinduri, diharapkan aspirasi masyarakat daerah terpencil Tapsel dapat terwujud demi kesejahteraan bersama. Ini adalah langkah awal yang penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.




