slot depo 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Dulunya Ramai Kini SepiDuniaHanya Dapay Rp21.900 sehariPasar Rantau PanjangPerempuan Tua ini Ngaku

Pasar Rantau Panjang Sepi, Perempuan Tua Ini Hanya Raup Rp21.900 Per Hari

BANDA ACEH – Di tengah kesunyian pasar yang pernah ramai, seorang penjual makanan kering bernama Sapinah Abdul Rahman, berusia 66 tahun, kini hanya meraup keuntungan minimal antara RM5 (sekitar Rp21.900) hingga RM10 (Rp43.800) per hari dari kiosnya di Bazar Siti Fatimah, Rantau Panjang. Keadaan ini mencerminkan penurunan drastis dalam aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Kehidupan Sehari-hari di Tengah Kesulitan Ekonomi

Meskipun penghasilannya tidak sebanding dengan usaha yang dia lakukan, Sapinah tetap membuka kiosnya. Ini adalah satu-satunya sumber pendapatan yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Saya terus berjualan meskipun hasilnya sangat kecil. Ini adalah cara saya bertahan hidup,” ungkapnya. Kenangan akan masa lalu yang penuh warna di pasar ini sangat kontras dengan kenyataan yang dia hadapi saat ini.

“Dulu, Bazar Siti Fatimah selalu ramai dengan pengunjung dan berbagai kios makanan. Sekarang, situasinya sangat berbeda. Jumlah pelanggan menurun drastis, dan kadang saya hanya bisa mendapatkan keuntungan RM5 dalam sehari,” keluhnya. Penurunan pengunjung ini bukan hanya dirasakan oleh Sapinah, tetapi oleh banyak pedagang lainnya di pasar tersebut.

Sejarah dan Kenangan Masa Lalu

Rantau Panjang pernah dikenal sebagai pusat keramaian, menarik banyak pengunjung berkat berbagai usaha yang ada. Namun, kondisi ini kini berubah, ditandai dengan sepinya aktivitas di Bazar Siti Fatimah. Para pedagang di kawasan ini kini berharap agar pembangunan yang lebih baik dilakukan untuk menghidupkan kembali ekonomi daerah, terutama menjelang Anggaran 2027 mendatang.

  • Membangun kembali infrastruktur pasar
  • Penyediaan atraksi baru untuk menarik pengunjung
  • Peningkatan promosi untuk mengundang lebih banyak pelanggan
  • Perawatan area pasar agar tetap bersih dan aman
  • Pengembangan strategi pemasaran bagi para pedagang

Pengecekan yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan bahwa Bazar Siti Fatimah sepi pada hari kerja, dengan banyak kios yang tutup dan aktivitas jual beli yang lesu. Beberapa bagian pasar bahkan tampak tidak terawat, dengan kotoran burung dan sarang yang terlihat jelas di berbagai sudut. Hal ini menambah kesan sepi dan kurang menarik bagi calon pengunjung.

Pentingnya Perbaikan dan Perhatian dari Pemerintah

Sapinah mengungkapkan bahwa perbaikan kondisi pasar sangat penting untuk menarik kembali pengunjung. “Kami membutuhkan perbaikan fasilitas dan penyediaan atraksi baru. Jika ada yang baru, orang-orang pasti akan datang. Dengan begitu, kami juga akan memiliki kesempatan untuk mencari nafkah,” jelasnya.

Dia juga berharap agar pemerintah daerah dapat lebih aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan area pasar. “Kami ingin agar tempat ini dirawat dengan baik dan tidak hanya menagih uang sewa. Jika pasar ini ramai, para pedagang akan lebih mudah mendapatkan pelanggan,” ujarnya.

Ketidakpastian di Kalangan Pedagang

Salah satu pedagang pakaian, Kamarudin Jusoh, berusia 60 tahun, merasakan dampak serupa. Ia mempertimbangkan untuk meninggalkan bisnisnya karena sepinya pengunjung, namun usianya yang tidak muda lagi membuatnya sulit mencari pekerjaan lain. “Saya sudah berusaha mencari pekerjaan lain, tetapi tidak ada yang menerima saya. Jadi, saya hanya bisa bertahan dengan bisnis ini,” tuturnya.

Dengan biaya sewa toko yang mencapai RM280 per bulan, Kamarudin merasa penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Sewanya cukup mahal, tetapi pelanggan hampir tidak ada. Saya hidup dalam kesulitan,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kamarudin berharap agar situasi sulit yang dihadapi para pedagang kecil di Bazar Siti Fatimah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia meminta agar langkah-langkah yang lebih terstruktur diambil untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Rantau Panjang. “Jika ada pembangunan yang dilakukan, tidak hanya akan menarik pengunjung, tetapi juga memberikan peluang bagi kami untuk terus mencari nafkah,” katanya.

Dia sangat berharap Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dapat membantu mereka. “Kami berharap agar Rantau Panjang akan mendapatkan perhatian dalam Anggaran 2027. Kami ingin melihat kota ini kembali hidup sehingga kami bisa berjualan dan ekonomi lokal bisa bangkit kembali,” tuturnya penuh harapan.

Dengan segala kesulitan yang dihadapi, harapan akan perubahan dan pembangunan tetap ada. Perjuangan para pedagang di Bazar Siti Fatimah merupakan cerminan dari ketahanan dan semangat untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat.

Back to top button