Gubernur Bobby Serahkan Tali Asih untuk Atlet Legendaris dalam Peringatan Haornas ke-43

Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke-43, Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, telah memberikan penghargaan dalam bentuk tali asih kepada atlet legendaris. Acara ini diselenggarakan di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro 30, Medan, pada tanggal 14 September 2026. Pemberian tali asih ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai pengakuan atas dedikasi dan prestasi para atlet yang telah berkontribusi besar dalam mengharumkan nama daerah dan negara di kancah internasional.
Memberikan Penghargaan untuk Atlet Legendaris
Pada peringatan Haornas ke-43, Gubernur Bobby menyerahkan tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi. Para atlet ini bukan hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga telah mengukir prestasi luar biasa di tingkat internasional. Dengan memberikan tali asih, Pemprov Sumut berupaya menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap usaha dan kerja keras mereka selama ini.
Tali asih yang diberikan merupakan simbol dari rasa terima kasih masyarakat Sumut atas sumbangsih para pahlawan olahraga tersebut. Terdapat dua kategori penerima tali asih, yakni atlet disabilitas dan atlet non-disabilitas, yang masing-masingnya menunjukkan prestasi yang membanggakan.
Prestasi Para Penerima Tali Asih
Di antara penerima tali asih, terdapat nama-nama besar yang telah dikenal luas di dunia olahraga. Beberapa di antaranya adalah:
- Sutiyono, legenda balap sepeda yang berhasil meraih 7 medali emas di SEA Games.
- Lidya S. Titaley, yang mengantongi 4 medali emas di ajang yang sama.
- Mardi Lestari, dikenal sebagai manusia tercepat Asia.
- Lamhot Simamora, petinju tak terkalahkan yang mengukir sejarah.
Dari kalangan atlet disabilitas, terdapat Azhar Panjaitan yang meraih 4 medali emas di catur pada ASEAN Para Games, serta Ismayuddin Simangunsong dan Rosalina Manurung yang juga berhasil meraih prestasi gemilang di cabang yang sama.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi
Gubernur Bobby Nasution menekankan bahwa pemberian tali asih ini adalah bentuk penghargaan masyarakat Sumut terhadap para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di kancah internasional. Di hadapan para atlet, ia menyampaikan, “Ini salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga.”
Melalui pernyataannya, Bobby berharap agar prestasi para atlet tidak hanya diakui, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam berolahraga. Ia juga mengingatkan bahwa olahraga tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Membangun Budaya Olahraga
Menurut Gubernur Bobby, untuk menghasilkan atlet berprestasi, diperlukan budaya olahraga yang kuat dalam masyarakat. Ia menekankan pentingnya memasyarakatkan olahraga dan menjadikannya sebagai fondasi dalam pembangunan industri olahraga. “Kita harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga, karena itu budaya olahraga, prestasi, dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem,” ujar Bobby.
Budaya olahraga yang kuat akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet dan menghasilkan prestasi yang lebih baik di masa depan. Hal ini juga berpotensi untuk memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.
Pembangunan Ekosistem Olahraga Berkelanjutan
Bobby Nasution berharap bahwa pembangunan ekosistem olahraga dapat dilakukan secara berkelanjutan. Proses ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, atlet, pelatih, hingga pemangku kepentingan lainnya. Dengan melibatkan semua elemen ini, olahraga diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumut untuk terus mengembangkan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Partisipasi dalam Acara Haornas
Upacara peringatan Haornas ke-43 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, dan Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah atlet berprestasi dan pegiat olahraga di Sumut.
Suasana acara berlangsung penuh khidmat dan menjadi momen yang sangat berarti bagi para penerima tali asih dan seluruh hadirin. Pemberian tali asih ini diharapkan dapat memotivasi para atlet untuk terus berjuang dan berprestasi di bidang olahraga.
Secara keseluruhan, peringatan Haornas ke-43 dan pemberian tali asih ini merupakan langkah positif dalam menghargai kontribusi para atlet yang telah berjuang keras untuk mengharumkan nama bangsa. Melalui upaya ini, diharapkan akan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengangkat nama Sumut dan Indonesia di kancah internasional.




