
Dalam upaya mendukung program investasi Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang telah merumuskan strategi jangka panjang hingga tahun 2027. Fenomena meningkatnya jumlah warga yang bekerja di luar daerah, seperti Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik), menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, Disnaker berkomitmen untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan terampil, guna menarik lebih banyak investasi ke daerah ini.
Menyiapkan SDM Unggul untuk Mewujudkan Program Investasi
Disnaker Sampang telah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga bersertifikat. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif, sehingga investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Sampang. Dengan langkah ini, diharapkan warga setempat dapat memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup mereka tanpa harus pergi jauh meninggalkan daerah asal.
Mobilitas Tenaga Kerja dan Upah Minimum
Kepala Disnaker Sampang, Asroni, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa mobilitas tenaga kerja keluar daerah adalah hal yang wajar, terutama mengingat perbedaan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang ada. Hal ini sering kali menjadi faktor pendorong bagi warga untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar.
“Penetapan UMK mengikuti regulasi nasional yang ada dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti inflasi, kondisi ketenagakerjaan, dan jumlah industri. Setiap akhir tahun, kami mengusulkan nilai UMK yang baru kepada Bupati. Disnaker akan terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi Sampang meningkat, yang secara otomatis akan berpengaruh pada kenaikan UMK,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari SK Gubernur Jawa Timur, UMK untuk tahun 2026 di Kota Surabaya sebesar Rp 5.288.796, di Sidoarjo Rp 5.191.541, sedangkan Sampang tercatat Rp 2.484.443. Kesenjangan ini, menurut Asroni, bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendorong program investasi Bupati.
UMK Kompetitif Sebagai Daya Tarik Bagi Investor
Asroni menekankan bahwa perbedaan UMK ini bisa menjadi daya tarik bagi para investor. “UMK yang kompetitif bisa menjadikan Sampang sebagai lokasi yang menarik untuk investasi. Biaya produksi yang lebih efisien akan menjadi peluang besar bagi daerah ini. Jika investor datang karena program Bupati, dampak positifnya sangat besar, termasuk peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan UMKM,” tegasnya.
Kolaborasi Semua Pihak untuk Iklim Kerja yang Kondusif
Asroni juga mengingatkan bahwa menciptakan iklim kerja yang kondusif bukan hanya tugas Disnaker, tetapi memerlukan dukungan dari semua elemen masyarakat. “Kami memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti garam dan bahan baku lainnya. Pemerintah daerah dapat mewajibkan penggunaan tenaga kerja lokal, dan bagi mereka yang belum memiliki keterampilan, kami akan memberikan pelatihan melalui Politeknik dan Balai Latihan Kerja (BLK),” tambahnya.
Inisiatif Program Prioritas Nasional Hingga 2027
Disnaker Sampang kini menjalankan dua program besar dari pemerintah pusat yang ditetapkan hingga tahun 2027, menjadikan Sampang sebagai daerah prioritas nasional.
Program pertama adalah dari Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu Pemagangan dan Pelatihan Vokasi. Program ini bertujuan untuk melahirkan tenaga kerja terampil yang bersertifikat, siap untuk berkarir di perusahaan formal atau menjadi wirausaha mandiri.
Program kedua berasal dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang dikenal dengan nama SMK Go Global. Program ini ditujukan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan profesional, dengan kemampuan bahasa dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan, seperti bahasa Inggris untuk perhotelan di Turki dan bahasa Jepang untuk pasar Jepang.
Sosialisasi Program ke Sekolah dan Lembaga Pelatihan
“Kami telah melakukan sosialisasi program ini ke seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sampang dan Politeknik. Tujuannya jelas, yaitu untuk menyiapkan SDM unggul agar warga tidak lagi berangkat secara ilegal dan memiliki daya saing yang tinggi,” jelas Asroni.
Dengan dukungan investasi yang saling menguntungkan, iklim kerja yang kondusif, serta SDM yang terlatih dan bersertifikat, Sampang diharapkan dapat menjadi wilayah yang makmur. Warga setempat dapat bekerja di daerah sendiri, dekat dengan keluarga, dengan penghasilan yang layak.
Visi Maju untuk Sampang
Asroni berharap dengan program investasi Bupati, masyarakat Sampang tidak perlu lagi merantau jauh untuk mendapatkan pekerjaan. “Cukup bekerja di daerah sendiri, dekat dengan keluarga, dengan pendapatan yang layak. Kami percaya Sampang bisa mengejar ketertinggalan dari Surabaya Raya,” pungkasnya.


