SMK Negeri 5 Pekanbaru Ciptakan Alat Penyedot Debu Sederhana: Inovasi yang Menginspirasi

Siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Elektronika di SMK Negeri 5 Pekanbaru baru-baru ini meluncurkan sebuah inovasi baru. Mereka berhasil menciptakan sebuah alat penyedot debu sederhana sebagai bagian dari proyek pembelajaran praktik mereka. Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang dan merakit perangkat elektronik, tetapi juga relevansi aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Proyek Pembelajaran Praktis

Proyek ini merupakan bagian integral dari program pembelajaran praktik kejuruan siswa. Dengan bimbingan dari mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), siswa membangun vacuum cleaner sederhana ini di lingkungan sekolah mereka.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar elektronika. Selain itu, juga membantu mereka mempraktekkan keterampilan mereka dalam merancang dan merakit perangkat elektronik yang memiliki aplikasi praktis dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembuatan Alat Penyedot Debu Sederhana

Siswa dikenalkan dengan berbagai komponen elektronika selama proses pembuatan. Beberapa di antaranya meliputi motor listrik, kipas, sakelar, dan sumber daya listrik. Semua komponen ini dirangkai menjadi sebuah alat pembersih yang bekerja berdasarkan prinsip hisap udara.

Pada dasarnya, vacuum cleaner adalah alat pembersih yang menggunakan motor listrik untuk menghasilkan daya hisap. Ini memungkinkan alat tersebut untuk menyedot debu dan kotoran dari permukaan lantai atau benda lain ke dalam wadah penampung. Melalui proyek ini, siswa dapat memahami secara langsung proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik.

Manfaat Pembelajaran Praktis

Sardiansyah, salah satu mahasiswa PLP UMRI, menekankan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi siswa. Selain memahami teori, siswa juga dapat memahami penerapannya secara langsung. Kegiatan ini juga membantu mengasah keterampilan teknis, kreativitas, dan kerja sama tim siswa.

Selama proses berlangsung, mahasiswa PLP bertindak sebagai mentor. Mereka memberikan arahan teknis, mengawasi proses perakitan, dan memastikan prosedur keselamatan kerja diikuti. Selain itu, kegiatan ini menjadi platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara mahasiswa dan siswa.

Reaksi dari SMK Negeri 5 Pekanbaru

Pihak SMK Negeri 5 Pekanbaru sangat mengapresiasi pelaksanaan proyek ini. Mereka percaya bahwa proyek ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran praktik dan menumbuhkan minat serta kompetensi siswa di bidang rekayasa dan teknologi.

Dengan kerja sama yang telah terjalin dengan UMRI, SMK Negeri 5 Pekanbaru berharap kegiatan berbasis proyek seperti ini dapat terus berlanjut. Ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan daya saing lulusan sekolah kejuruan.

Exit mobile version