Dalam upaya memperkuat dan memperluas jangkauan komunikasi pemerintah daerah kepada masyarakat, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang telah mengambil langkah proaktif. Memastikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengelola konten kreatif di media sosial, Diskominfo berupaya agar informasi tentang program dan kinerja pemerintah daerah dapat disampaikan secara lebih efektif.
Adaptasi Strategi Komunikasi Digital
Surtaman, Kepala Diskominfo Kabupaten Serang, menekankan bahwa pengelolaan media sosial pemerintah harus beradaptasi dengan perkembangan strategi komunikasi digital yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Hal ini disampaikan saat sebuah kegiatan edukasi dan sesi berjudul “Ngonten Bareng” yang berfokus pada Strategi Kreatif dan Efektif dalam Pengelolaan Media Sosial Pemerintah. Acara ini digelar di Aula Diskominfo, Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang.
Ruang Lingkup Acara
Dalam acara ini, tujuan utama adalah untuk membantu pengelola media sosial OPD dalam menciptakan konten yang kreatif, berdampak, dan mampu menjangkau masyarakat luas,” kata Surtaman. Narasumber acara tersebut adalah Adam Badru Janedra, seorang konten kreator. Acara juga dihadiri oleh Kepala Bidang KIP Ahmad Jajuli, Pranata Humas Ahli Muda Sugarda Bayu Ajie, Analis Kebijakan Muda Ulfahyanti, serta admin media sosial dari berbagai OPD.
Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Konten
Surtaman menyatakan bahwa banyak OPD yang masih belum memiliki dasar yang kuat dalam strategi pembuatan konten digital. Oleh karena itu, Diskominfo mengumpulkan para pengelola media sosial OPD untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memproduksi konten yang informatif sekaligus menarik.
Ia berpendapat bahwa konten yang dikemas dengan baik, baik berupa foto, desain grafis, atau video, dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengetahui program pembangunan dan hasil kinerja pemerintah daerah.
Memahami Kebutuhan Masyarakat
Surtaman mengkritik bahwa konten yang dibagikan selama ini masih cenderung kaku dan lebih bersifat seremonial. Menurutnya, konten pemerintah seharusnya lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Surtaman menambahkan bahwa literasi digital menjadi keterampilan penting bagi aparatur pemerintah dalam menyampaikan informasi publik melalui platform digital. Ia percaya bahwa kinerja OPD dapat lebih terlihat dan dipahami masyarakat jika dikomunikasikan secara efektif melalui media sosial.
Strategi Konten yang Tepat
Adam Badru Janedra, sebagai narasumber, mengungkapkan bahwa konten pemerintah sering kali dilewati oleh pengguna media sosial karena dianggap kurang menarik. Namun, menurutnya, konten pemerintah dapat diminati jika disusun dengan strategi yang tepat.
Adam menjelaskan bahwa ada tiga pilar utama dalam membuat konten digital yang efektif, yaitu hook, nilai atau pesan yang jelas, serta penyampaian yang ringan dan komunikatif.
“Di tiga detik pertama harus ada hook yang kuat agar orang tertarik menonton. Lalu nilai informasinya jelas, dan penyampaiannya menggunakan bahasa yang humanis serta mudah dipahami,” kata Adam.
Dengan upaya-upaya tersebut, Diskominfo Kabupaten Serang optimis dapat mendorong OPD untuk menguasai strategi konten kreatif dan efektif, sebagai langkah penting untuk optimasi SEO dan peningkatan peringkat Google.
