Danantara Indonesia Luncurkan Hibah PLTS Sumenep, PLN Siap Sediakan Listrik Bersih untuk 2.000 KK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin menjadi sorotan sebagai solusi untuk meningkatkan akses energi bersih di Indonesia. Dalam upaya mendukung inisiatif ini, Danantara Indonesia bersama dengan PT PLN (Persero) telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kesepakatan ini termasuk pengoperasian dua PLTS, masing-masing dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp), yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) berkapasitas 4 megawatt hour (MWh). Hibah ini berasal dari Yayasan Torang IWIP Berbakti dan dilaksanakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada hari Jumat, 13 Maret.

Kolaborasi untuk Energi Bersih

Inisiatif ini disaksikan langsung oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, dan menunjukkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak dalam memperluas akses terhadap energi bersih. Ini menjadi langkah penting dalam upaya pemerataan listrik, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang sering kali mengalami kesulitan dalam akses listrik.

Rosan menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mempercepat transisi dari penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke sumber energi terbarukan, khususnya PLTS. Mengingat Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, pemerintah menargetkan kapasitas pemanfaatan PLTS mencapai 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan, sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Manfaat bagi Masyarakat

Menurut Rosan, penggunaan hibah ini di dua lokasi tersebut akan menjadi proyek percontohan yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi ribuan keluarga di Kabupaten Sumenep. Dengan adanya PLTS ini, diharapkan sekitar 2.000 kepala keluarga di Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil akan mendapatkan akses listrik yang lebih baik.

Perubahan Energi di Sumenep

Sebelum ini, warga Dusun Gili Labak bergantung pada genset pribadi untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Di Desa Pagerungan Kecil, PLTS yang akan dibangun akan menambah pasokan listrik yang sebelumnya hanya bergantung pada PLTS PLN berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp). Sebelumnya, dua unit PLTD yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan total kapasitas 600 kilovolt ampere (kVA) sudah tidak beroperasi, sehingga kehadiran PLTS ini sangat dinantikan.

Secara rinci, hibah ini mencakup dua unit PLTS yang masing-masing memiliki kapasitas 1 MWp dan dilengkapi dengan BESS berkapasitas 4 MWh. Penginstalan yang direncanakan akan memberikan pasokan listrik selama 24 jam penuh, dan diharapkan dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga 1,1 juta liter per tahun.

Komitmen Yayasan Torang IWIP Berbakti

Kepala Yayasan Torang IWIP Berbakti, Wahyu Budhi Santoso, menjelaskan bahwa hibah PLTS beserta BESS ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses energi di berbagai wilayah Indonesia. Ia berharap, setelah penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) ini, mereka dapat menerima arahan yang jelas agar implementasi proyek dapat berjalan dengan baik.

Wahyu menambahkan, “Kami sangat berharap instalasi ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.”

Apresiasi dari Pihak Pemerintah

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya meningkatkan akses listrik di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sumenep, yang terdiri dari 126 pulau dengan 48 di antaranya berpenghuni, menghadapi tantangan geografis dalam penyediaan infrastruktur listrik.

“Kami sangat berterima kasih atas rencana hibah yang akan diserahkan kepada Kabupaten Sumenep. Ini sangat penting untuk mendorong elektrifikasi yang lebih baik, sehingga masyarakat di daerah ini dapat merasakan manfaatnya. Khususnya kepada Bapak Presiden, Danantara Indonesia, dan PT PLN (Persero),” ungkap Achmad.

Momentum Kolaborasi Lintas Sektor

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa langkah ini menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mencapai program dedieselisasi melalui pemanfaatan PLTS secara masif. Hal ini juga akan mendukung transisi energi dan pemerataan akses listrik di seluruh Indonesia.

“Terima kasih kepada Danantara Indonesia, khususnya kepada Bapak Rosan, atas inisiatif yang mendorong kolaborasi ini. PLN siap untuk melanjutkan kerja sama ini agar pemanfaatan hibah PLTS dapat segera direalisasikan dan memberikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat di dua wilayah Kabupaten Sumenep,” ujar Darmawan.

Optimisme untuk Masa Depan Energi

Darmawan menegaskan bahwa PLN tidak dapat berjalan sendiri dalam upaya mendorong pemanfaatan PLTS secara luas. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, ia optimis visi Presiden untuk menciptakan program dedieselisasi hingga mencapai 100 GW dapat terwujud. “Kolaborasi yang kuat dengan Danantara Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mempercepat program ini, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Darmawan.

Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan hibah PLTS Sumenep bukan hanya menjadi proyek semata, melainkan juga menjadi langkah awal menuju kemandirian energi yang lebih baik bagi masyarakat di daerah terpencil. Ketersediaan listrik yang andal adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Exit mobile version