Amsakar-Li Claudia Mengajak Masyarakat Batam untuk Bersatu dan Membangun Bersama

Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat persatuan, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, mengajak masyarakat Batam untuk bersatu dan bersama-sama membangun kota. Kegiatan halalbihalal yang berlangsung di fasilitas umum Puri Agung IV Tahap 2, Kelurahan Mangsang pada Selasa malam, 31 Maret 2026, menjadi momen penting untuk merajut kembali ikatan sosial antar warga.

Momen Syawal sebagai Peluang Mempererat Hubungan Sosial

Amsakar mengajak masyarakat Batam untuk memanfaatkan bulan Syawal sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan hubungan antar sesama. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya menghindari prasangka dan ucapan yang dapat merusak tali silaturahmi. Hal ini sangat krusial dalam menjaga keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang beragam.

“Selama Ramadan, kita dilatih untuk menahan diri. Di bulan Syawal ini, saatnya kita saling memaafkan. Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Batam serta BP Batam, kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ungkap Amsakar dengan penuh khidmat.

Tantangan Memimpin Kota Besar

Memimpin Kota Batam yang memiliki populasi lebih dari 1,3 juta jiwa bukanlah tugas yang mudah. Amsakar memahami bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak selalu memenuhi harapan seluruh masyarakat. Sebagai pemimpin, ia mengakui pentingnya menerima berbagai penilaian dan kritik dari publik.

“Jika ada kebijakan atau pernyataan kami yang belum sesuai dengan harapan masyarakat, kami mohon maaf. Namun, kami akan tetap fokus untuk bekerja keras dan menjaga suasana kota tetap kondusif,” tegasnya.

Program Prioritas untuk Masyarakat Batam

Pada kesempatan tersebut, Amsakar menjelaskan perkembangan 15 program prioritas yang menjadi komitmen pemerintahannya bersama Li Claudia. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar program tersebut telah berjalan dengan baik, termasuk:

Selain itu, Amsakar juga menyampaikan bahwa capaian UHC di Batam telah mencapai 98 persen, yang berarti sebagian besar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis. Ini merupakan pencapaian signifikan dalam memastikan kesehatan masyarakat terjaga.

Pembangunan Infrastruktur Dasar

Terkait permasalahan infrastruktur dasar, Amsakar menyoroti pentingnya distribusi air bersih dan pengelolaan sampah di TPA Punggur. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk masalah tersebut. Saat ini, ada kendala teknis di TPA Punggur karena volume sampah yang terus meningkat.

“Masalah air dan sampah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kami terus berupaya bersama pihak-pihak terkait dan sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya dengan tegas.

Pentingnya Persatuan di Tengah Ketidakpastian Global

Menutup sambutannya, Amsakar mengingatkan masyarakat Batam untuk terus menjaga persatuan, terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu yang dapat berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia juga meminta dukungan dari semua elemen masyarakat agar pembangunan di Batam dapat berjalan dengan optimal.

“Mari kita jaga kebersamaan, dukung peran RT, RW, lurah, dan camat. Mohon doakan kami agar tetap sehat dan mampu menjalankan amanah untuk membangun Batam yang lebih baik,” pungkas Amsakar.

Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Pentingnya partisipasi masyarakat Batam dalam pembangunan kota tidak dapat diabaikan. Keberhasilan berbagai program dan kebijakan sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Amsakar menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam setiap aspek pembangunan. Dengan bersatu, diharapkan semua elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan Batam yang lebih baik dan sejahtera.

Menghadapi Tantangan Bersama

Setiap kota tentunya memiliki tantangan tersendiri. Dalam konteks Batam, tantangan seperti peningkatan populasi, kebutuhan infrastruktur yang memadai, dan pemenuhan layanan publik menjadi fokus utama. Amsakar menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut.

“Kami percaya bahwa dengan semangat gotong royong, kita dapat menghadapi segala tantangan yang ada. Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan kota,” ujar Amsakar.

Peran Tokoh Masyarakat dan Agama

Dalam acara halalbihalal tersebut, hadir berbagai unsur pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat RT dan RW se-Kecamatan Seibeduk. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kolaborasi antar tokoh masyarakat sangat penting dalam memajukan Batam.

Tokoh masyarakat dan agama memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan mempromosikan nilai-nilai positif di masyarakat. Amsakar berharap agar mereka dapat terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam membangun Batam yang lebih baik.

Membangun Kesadaran Lingkungan

Pembangunan Batam yang berkelanjutan juga memerlukan kesadaran lingkungan dari masyarakat. Amsakar menegaskan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya pembangunan. Masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam program-program lingkungan, seperti pengelolaan sampah dan penghijauan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat untuk generasi mendatang,” serunya.

Menjaga Kesehatan Masyarakat

Kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan Batam. Dengan pencapaian UHC yang tinggi, Amsakar berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kesehatan. Ia berharap agar masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat.

“Kami ingin masyarakat Batam memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan. Mari kita jaga kesehatan bersama agar Batam semakin sejahtera,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Amsakar dan Li Claudia mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersatu dalam membangun kota yang lebih baik. Harapan untuk masa depan yang lebih cerah dan sejahtera sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Mari kita wujudkan bersama.

Exit mobile version